
Menawarkan keindahan Piramida, Sphinx dan bangunan peradaban kuno
lainnya, Mesir menjadi perhatian wisatawan dunia. Mau berpelesiran ke Mesir?
Perhatikan dulu 8 kiat penting ini!
Negara di timur laut Afrika ini menjadi salah satu destinasi wisata
populer. Di negara ini wisatawan akan diajak untuk menengok tempat-tempat yang
memiliki nilai sejarah dan arsitektur mengagumkan.
Namun, perbedaan cuaca, waktu, makanan, dan transportasi menjadi
permasalahan umum saat melakukan perjalanan ke luar negeri, tidak terkecuali
Mesir. Berikut 4 Tips Penting saat Liburan ke Mesir:
Iklim menjadi perhatian yang sangat penting. Anda
pun harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat teliti. Mulai dari obat-obatan,
pakaian, dan perbekalan lainnya.
Curah hujan hanya empat kali dalam setahun, jadi untuk kelembaban udara
di negara ini nyaris tidak ada, alias kering. Iklim seperti ini membuat
wisatawan khususnya dari Indonesia harus mempersiapkannya dengan lengkap.
Jangan lupa bawa pelembab supaya kulit Anda bisa menahan iklim kering di
Mesir. Lip gloss juga harus masuk dalam bawaan Anda.
2. Datang di musim yang tepat
Memilih musim untuk liburan di Mesir juga sangat
diperlukan. Hal ini bertujuan agar liburan Anda tidak terganggu dan nyaman di
Mesir. Ada 4 musim yang berlaku di Mesir, yaitu musim dingin, musim semi, musim
panas, dan musim gugur.
Musim panas di Mesir mencapai puncaknya pada bulan Juni sampai
September. Suhu udara saat musim panas bisa mencapai 45 derajat celcius, itu
hanya di dataran biasa. Beda dengan di gurun yang panasnya bisa mencapai 50
derajat celcius.
Lain lagi bila musim dingin, di Mesir biasanya akan mulai pada bulan
Oktober dan berakhir bulan Februari. Suhu udara pada musim dingin berkisar
antara 7-18 derajat Celcius.
Bulan Maret-Mei bisa jadi merupakan waktu paling pas untuk Anda berlibur
ke Mesir. Ya, karena pada bulan-bulan tersebut Mesir sudah memasuki musim semi.
Sebenarnya, musim semi di Mesir hampir sama dengan suhu udara di
Indonesia. Udara di sana terasa sejuk meski cenderung kering dan tidak lembab.
Saat musim semi, suhu udara berkisar antara 20-30 derajat celcius.
Jadi, bila Anda berencana traveling ke Mesir ada baiknya mengambil musim
dingin atau musim semi. Karena saat musim panas, matahari sangat tidak
bersahabat dengan kulit wisatawan Indonesia. Beda dengan turis Eropa yang lebih
suka mengisi liburan saat musim panas.
3. Adaptasi dengan makanan
Anda termasuk traveler yang tidak cukup mudah menyesuaikan diri dengan
makanan daerah tujuan wisata? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempersiapkannya
sebelum keberangkatan.
Makanan di Mesir identik dengan roti-rotian dan bumbunya yang kurang
familiar di lidah wisatawan Indonesia. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila
Anda memberanikan diri mencoba makanan khas Mesir, seperti Tho'miyah dengan
roti Isyh.
Kalau sudah sekali mencoba makanan ini, dijamin perut Anda akan
kenyang seharian meski hanya menyantap 3 porsi. Untuk urusan harga, Tho'miyah
dan roti Isyh hanya sekitar 3 Pound atau sekitar Rp 4.700 saja. Dengan harga
yang murah ini, Anda sudah bisa mendapatkan menu sehat penuh gizi.
Bisa juga Anda mencicipi nasi mandi, makanan khas Yaman dengan
lauk ayam atau daging kambing. Karena rasanya mirip dengan nasi uduk, jadi
cukup bisa beradaptasi dengan lidah Indonesia. Satu porsi nasi mandi
menggunakan setengah potong ayam dengan harga sekitar 20 Pound atau Rp 32.000,
kalau pakai daging agak sedikit mahal, sekitar 40 Pound atau Rp 63.000 per
porsi.
4. Cari restoran Indonesia
Tetap tidak bisa beradaptasi dengan makanan Mesir? Tidak perlu
khawatir, Anda bisa mencari restoran Indonesia yang ada di Mesir. Anda
bisa mencoba jalan-jalan ke Kota Kairo.
Di Mesir terutama Kairo, Anda bisa menemukan banyak warung-warung yang
menjual makanan khas Indonesia. Mau soto Kudus, soto Betawi, masakan ala warung
Padang, bakso, mie ayam, tempe, ayam penyet, dan kuliner Indonesia lainnya ada
di ibukota Mesir ini.
Untuk mempermudah perjalanan Anda, warung-warung Indonesia berada di
kawasan Hay Asyir (Distrik 10), Kairo. Di kawasan inilah biasanya warga negara
Indonesia terutama mahasiswa Indonesia banyak bermukim.
Kalau mau yang lebih mudah lagi, Anda bisa mengonsumsi mie instant. Anda
tidak perlu repot-repot membawa dari Indonesia. Di Mesir sudah ada Baqala atau
supermarket yang menjual dari mi kuah dan mi goreng dengan harga 1,5 Pound atau
Rp 2.400.

0 komentar:
Posting Komentar